Tersimpan Disini, dalam Hujan yang Tak Kunjung Berhenti
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah di kesempatan kali ini saya bisa menulis kembali di musim penghujan di penghujung tahun yang berujung pada mendung yang membendung matahari untuk bersenandung di ujung palung. Ngngng
Kali ini saya akan memposting tentang sebuah puisi. Anggap saja puisi. Jadi ada yang penasaran kenapa saya membuat puisi?
Karena nggak ada ide aduh... :)
-----------------Darkness------------------
Ceritaku masih tersimpan
Tak ingin kulihatkan kepada dunia
Seperti rintik hujan yang jatuh pada tempat yang salah
Hingga ia tak mengerti kemana ia akan menepi
Semua telah hangus menyisakan arang
Bahkan arang pun akan kehilangan kearangannya
Berakhir menjadi abu
Seperti angin kehilangan arahnya
Ketika tiada ruang yang tersisa
Namun ia masih mencari
Dimanakah tempatnya untuk berhenti
Bahkan untuk berhenti pun ia tak menemukannya
Seperti api kehilangan panasnya
Hingga tiada satu pun yang akan mengerti apa itu membara
Seperti lagu kehilangan liriknya
Hampa, untuk kesekian kalinya
Seperti musik kehilangan nadanya
Yang tak lagi terdengar dentumannya
Seperti pelangi kehilangan warnanya
Hingga yang tersisa hanyalah kelabu belaka
Seperti sungai kehilangan airnya
Kering, tiada lagi kehidupan di dalamnya
Seperti lampu kehilangan cahayanya
Hingga menyisakan satu warna, hitam
Seperti wajah kehilangan senyumnya
Hingga ia lupa ia pernah bahagia
Seperti itu... sekarang...
tapi ini tak akan pernah menjadi selamanya

コメント
コメントを投稿