The Guide
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah atas segala nikmat Allah yang telah diturunkan kepada kita, hingga di detik ini kita masih diberi kesehatan oleh Allah, diberi hidayah oleh Allah untuk menetapi agama yang haq ini, diberi kelancaran, diberi kelonggaran, dan keselamatan. Sudah bersyukurkah kita hari ini? Bersyukur atas nikmat Allah.
Jangan tanyakan kepada Allah tentang doa kita yang belum terkabulkan. Pikirkanlah bahkan Allah telah memberikan banyak kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya tanpa kita minta.
Pernahkah kalian meminta, "Ya Allah, semoga hari ini dan esok hamba masih bisa bernapas."
"Ya Allah, semoga hari ini dan esok jantung hamba masih berdetak."
"Ya Allah, semoga hari ini dan esok mata hamba masih bisa berkedip."
Pernahkah meminta doa seperti itu? Jarang tentunya atau mungkin belum pernah. Itu masih sebagian kecil, bahkan sangat kecil. Kita tidak memintanya, tetapi Allah memberikannya kepada kita. Kita tidak berdoa seperti itu, tapi Allah menurunkannya kepada kita. Kita tidak memintanya tapi Allah selalu memberikannya, lalu kita masih bisa berpikir bahwa Allah tidak mengabulkan permintaan kita? Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada hambanya. Namun, seringkali kita lupa bersyukur dan malah masih merasa kurang.
Kita harus bersyukur telah dibukakan hatinya untuk menapaki agama yang haq, agama yang diridhai oleh Allah.
Kita hidup sekali di dunia untuk apa? Untuk mencari bekal saat di akhirat, untuk menabung amal kita dan dihutung di Padang Mahsyar. Lalu apa yang harus kita amalkan? Kebaikan. Apa itu kebaikan dan keburukan yang dimaksudkan oleh Allah? Yakni yang tertulis sebagai kebaikan maupun yang telah dijelaskan bahwa itu keburukan dalam Al-Quran maupun Hadis.
Lalu pertanyaannya adalah, bagaimana cara kita mengetahui dan memahami kedua hal tersebut? Bagaimana kita mengamalkannya, sedangkan kita tidak mengetahui isinya? Ya, sekolah memang memberikan pengetahuan itu? Tapi, bukankah itu hanyalah sebagian kecil, padahal terdapat 6666 ayat-Nya dan ratusan bahkan ribuan Hadis dengan banyak sekali perbedaan pendapat.
Lalu jawabannya adalah, kita harus mengkaji Al-Quran dan Al-Hadis, tidak hanya menghapal saja! Tapi, dicari isinya, diketahui maksudnya, dipahami, dan diterapkan! Karena ilmu tanpa pengaplikasian di kehidupan sehari-hari itu sia-sia! Itu, untuk kita, terutama saya!
Mengkaji Quran Hadis?
Ya, mengkajinya. Bukankah Allah telah memberitahukan kepada kita bahwa kita harus berpegang teguh pada Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman hidup agar kita bisa selamat dari azab-Nya. Dengan mengkajinya, kita bisa mengerti apa saja perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, kewajiban-kewajiban, sunah-sunah, dosa dan pahala, adab-adab, hukum-hukum, pembalasan kelak di akhirat, suci najis, harta waris, tata cara beribadah, dan masih banyak lagi.
Bukankah di sekolah juga sudah diajarkan ya?
Ya, memang benar di sekolah terdapat mata pelajaran agama, namun bukankah yang dibahas sangatlah sedikit jika dibandingkan dengan al-Quran dan Hadis berlembar-lembar itu. Dengan mengkaji al-Quran kepada guru yang sudah faham agamanya, pengetahuannya luas, paham ilmunya, paham dalilnya, paham hukumnya, paham setiap kewajiban-kewajibannya, itu adalah kriteria-kriteria guru yang harus dipenuhi dalam mengkaji al-Quran. Masa iya, kita mempelajari al-Quran dan Hadis dengan orang yang tak paham ilmunya, malah salah jalan nantinya. Apalagi jika kita mencari di sunber-sumber internet yang kita belum tahu kepastiannya, yang dapat menimbulkan pendapat-pendapat sendiri/pandangan sendiri yang disebut ro'yu.
Jadi, ayo kita mengkaji al-Quran dan Hadis!!
Kan sayang tuh, kalau kita hidup di dunia ini hanya untuk bermalas-malasan!!
Oh ya, kita mencari ilmu itu harus niat mukhlis lillah karena Allah SWT. Karena setiap amalan itu tergantung niatnya ya!!!! Dan jika kalian melaksanakan kebaikan maupun ibadah dengan atau tanpa niat karena Allah alias mengharap sesuatu yang lain, maka amalan kalian sia-sia.
Sekian dari saya, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh...
#see you at the next post
Kita harus bersyukur telah dibukakan hatinya untuk menapaki agama yang haq, agama yang diridhai oleh Allah.
Kita hidup sekali di dunia untuk apa? Untuk mencari bekal saat di akhirat, untuk menabung amal kita dan dihutung di Padang Mahsyar. Lalu apa yang harus kita amalkan? Kebaikan. Apa itu kebaikan dan keburukan yang dimaksudkan oleh Allah? Yakni yang tertulis sebagai kebaikan maupun yang telah dijelaskan bahwa itu keburukan dalam Al-Quran maupun Hadis.
Lalu pertanyaannya adalah, bagaimana cara kita mengetahui dan memahami kedua hal tersebut? Bagaimana kita mengamalkannya, sedangkan kita tidak mengetahui isinya? Ya, sekolah memang memberikan pengetahuan itu? Tapi, bukankah itu hanyalah sebagian kecil, padahal terdapat 6666 ayat-Nya dan ratusan bahkan ribuan Hadis dengan banyak sekali perbedaan pendapat.
Lalu jawabannya adalah, kita harus mengkaji Al-Quran dan Al-Hadis, tidak hanya menghapal saja! Tapi, dicari isinya, diketahui maksudnya, dipahami, dan diterapkan! Karena ilmu tanpa pengaplikasian di kehidupan sehari-hari itu sia-sia! Itu, untuk kita, terutama saya!
Mengkaji Quran Hadis?
Ya, mengkajinya. Bukankah Allah telah memberitahukan kepada kita bahwa kita harus berpegang teguh pada Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman hidup agar kita bisa selamat dari azab-Nya. Dengan mengkajinya, kita bisa mengerti apa saja perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, kewajiban-kewajiban, sunah-sunah, dosa dan pahala, adab-adab, hukum-hukum, pembalasan kelak di akhirat, suci najis, harta waris, tata cara beribadah, dan masih banyak lagi.
Bukankah di sekolah juga sudah diajarkan ya?
Ya, memang benar di sekolah terdapat mata pelajaran agama, namun bukankah yang dibahas sangatlah sedikit jika dibandingkan dengan al-Quran dan Hadis berlembar-lembar itu. Dengan mengkaji al-Quran kepada guru yang sudah faham agamanya, pengetahuannya luas, paham ilmunya, paham dalilnya, paham hukumnya, paham setiap kewajiban-kewajibannya, itu adalah kriteria-kriteria guru yang harus dipenuhi dalam mengkaji al-Quran. Masa iya, kita mempelajari al-Quran dan Hadis dengan orang yang tak paham ilmunya, malah salah jalan nantinya. Apalagi jika kita mencari di sunber-sumber internet yang kita belum tahu kepastiannya, yang dapat menimbulkan pendapat-pendapat sendiri/pandangan sendiri yang disebut ro'yu.
Jadi, ayo kita mengkaji al-Quran dan Hadis!!
Kan sayang tuh, kalau kita hidup di dunia ini hanya untuk bermalas-malasan!!
Oh ya, kita mencari ilmu itu harus niat mukhlis lillah karena Allah SWT. Karena setiap amalan itu tergantung niatnya ya!!!! Dan jika kalian melaksanakan kebaikan maupun ibadah dengan atau tanpa niat karena Allah alias mengharap sesuatu yang lain, maka amalan kalian sia-sia.
Sekian dari saya, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh...
#see you at the next post
コメント
コメントを投稿