Above the Earth Under the Sky
Bisakah ini dinamakan puisi? Tapi biarlah kata ini menggambarkannya :)
Kututup telingaku dari semua bunyi dari tiap-tiap yang masih berbunyi
Aku adalah jutaan kenangan yang telah terjadi di ribuan hari silam
Waktu adalah kenangan yang sedang terjadi hari ini di setiap detiknya
Waktu adalah kenangan yang akan kalian ingat dan akan menjadi cerita yang akan diceritakan
Aku mengingatnya disaat susah, sedih, bahagia bersama dan akan selalu mengingatnya selagi aku masih bisa
Waktu benar-benar curang bukan?
Ketika kita sadar waktu telah berputar cepat dan kita pun tak mampu untuk menahannya, bahkan menghentikannya
Sama seperti kita yang tak bisa menahan matahari terbit dan tenggelam sekuat dan sehebat apapun kita
Semuanya telah berjalan di atas garis
Dan garis itu bahkan sangatlah rumit jika kita tahu
Aku adalah rindu yang akan datang dan rindu inilah yang akan merindukan kalian
Aku adalah rindu yang akan bersemayam di hati kalian begitu pula sebaliknya
Tak ada kata yang dapat menggambarkannya karena air mata telah lebih dulu menjelaskan apa yang aku rasakan
Aku akan rindu di setiap detik yang telah kita lewati
Aku akan rindu di setiap hal-hal kecil yang kita lalui dengan kata kebersamaan
Aku akan rindu hari ini, hari kemarin, dan esok yang akan menjadi kata kemarin
Air mataku bahkan telah mengalir untuk kalian kawan, sebelum waktunya, sama seperti air matamu kawan yang diam-diam kau simpan
Ketika ingat bagaimana bila jarak membentang jauh di bumi ini
Ketika ingat bagaimana bila waktu tak pernah memberikan suatu takdir
Ketika ingat cerita hari ini akan menjadi cerita lain
Ketika ingat bahwa tak ada yang baik-baik saja dengan kata perpisahan
Ya, tidak ada yang baik-baik saja dengan kata perpisahan
"Terima kasih, maaf, dan baik-baik saja di sana kawan, semoga takdir membawa kita bertemu kembali. Aku berharap kita bisa bersama atas nama semoga dari setiap doa."
-Dari aku yang merindu sebelum waktunya disini, di atas bumi, di bawah langit gaess
Oh ya, numpang narsis -_-
![]() |

コメント
コメントを投稿