Rainy Day | by : Luluk Fitriani
Hujan dan Kenangan
- Waktu itu aku masih SD. Aku berangkat berjalan kaki sendiri tanpa ditemani ibuku. Hingga sampai di jembatan ungu, tiba-tiba hujan dalam skala besar turun. Aku berniat untuk melanjutkan perjalanan, namun melihat kondisiku basah kuyup aku pun berbalik arah dengan menahan air mataku yang hampir menetes. Disaat itu, ada Pak Martono, suami salah satu guru di sekolahku yang menghentikan laju motornya, ia menawarkanku untuk mengantarku ke sekolah, mungkin aku saat itu terlihat sangat kasihan. Tapi aku menolaknya karena baju seragamku sudah basah. Dan, akhirnya aku pulang dengan ingus yang rata di wajah.
- Waktu itu aku kelas 6 SD, beberapa bulan sebelum ujian nasional. Entah, aku lupa hari apa. Aku berjalan untuk les karena tempat lesnya tidak jauh dari rumah, kurang lebih 10 menitan dari rumahku. Ditengah perjalanan, aku melihat ada orang yang terburu-buru mengangkat jemurannya dan aku pun menyapanya. Ia bertanya padaku akan kemana dan kujawab mau les. Entahlah, padahal matahari masih bersinar. Dan tak sengaja aku melihat di seberang sana hujan turun dan sedang menuju kemari. Aku pun berlari. Berlari pulang.
- Hujan yang turun disaat aku, kakakku, tetanggaku alias Mufid dan Mbk Feni yang mencegah aku untuk pulang hingga akhirnya mereka hujan-hujanan.
- Hujan yang turun dan aku bersama temanku bermain air dan tanah yang becek hingga baju putih kami benar-benar menjadi coklat.
- Hujan yang datang saat istirahat sewaktu SD dan aku harus 'nyeker' dan 1 payung buat 4 orang.
- Hujan yang turun ketika aku di rumah sendirian
- Hujan yang datang ketika aku sedang dalam perjalanan dan ibuku mendekapku erat agar aku tak kehujanan dan membuatku tetap hangat. Dan hingga sampai di rumah aku kering sementara ibuku basah hingga membuatnya masuk angin
- Hujan deras yang datang ketika kakakku berangkat menuju Jatim
- Hujan yang datang ketika aku menangis
- Hujan yang datang ketika classmeet kelas 8 dan 9
- Hujan yang datang ketika aku bersama kedua temanku nekat hujan-hujanan sepulang ekstra PMR
- Hujan yang datang ketika aku benar-benar mengharapkannya agar pelangi datang
- Hujan yang datang dan membuatku betah 'stay' di depan rumah yang membuatku menadahkan tanganku dan berhayal kek dapet salju
- Hujan yang turun yang membuatku membuat jejak-jejak kaki
- Hujan yang turun dan membuatku perang air
- Hujan yang datang dan cahaya lampu-lampu di pinggir jalan yang terpantul di atas aspala
- Hujan yang datang dan membuat pagi hari yang dibungkus kabut
- Hujan yang membuatku dan Elsha beserta sepedanya berteduh di Mbak Eni padahal sudah hampir sampai dan saat itu hari Rabu
- Hujan yang membuatku malas mengikuti pelajaran dan tidurrrr....Zzzzz
- Hujan yang turun ketika aku beserta seangkatan pulang dari studytour ke pulau Dewata
- Hujan yang turun sangat deras dan membuat tanah longsor di beberapa daerah di Purworejo dan aku masih ingat itu, sehabis buka puasa, gempa kecil yang terasa :( the day when the landslide came.... Dan keesokan harinya...hanya gerimis, aku mengambil payung ungu, bentar-bentar.... payung UNGU! :v ada apa dengan ungu haha....warna ungu kan bagus :D(banget) membuka pintu, keluar rumah tanpa mengenakan alas kaki, berjalan menginjak tanah yang masih basah, dingin, hingga sampai di jalan, aku berjalan dan masih kuingat betul bagaimana ritme hujan waktu itu, gerimis pelan, tapi memiliki makna lain yang kurasa dan kulihat apa yang Ia turunkan, T-T itu adalah salah satu kenangan buruk yang mungkinkah harus dilupakan? tapi bagaimana bisa sedangkan peristiwa itu terekam jelas di memori!?!? Itu telah berlalu dan akan terus berlalu menjadi sebuah rangkaian cerita
- Hujan yang turun bersamaan dengan mentari yang bersinar dan aku, Mbk Feni, Kakakku, dkk ngapain? kita lari-lari sampai di lapangan nyari pelangi yang katanya pada kelihatan dan ternyata..Nggak ada -_- haha padahal ya udah capek-capek lari eh dibohongi, yang salah siapa coba? yang mau manut aja dibohongi apa yang bohong? 0_+
- Hujan yang turun dan membuat tulisan tangan memakai batu kapur menghilang di aspal dekat rumah
- Hujan yang turun sewaktu aku masih di angkot dibarengi bunga kuning yang berguguran di sepanjang jalan
-Hujan yang turun sewaktu pelajaran prakarya Pak Ari. Waktu itu sudah selesai buat perencanaan masak, eh hujan dateng, aku dan temanku berdiri stay di belakang jendela menatap pohon asem yang kebetulan warna daunnya beda dan juga menatap lapangan. Basah. Dingin memang, tapi kan "enjoy every moments in your life"
-Hujan yang turun sewaktu ekstra pramuka kelas tujuh, eh ada payung berjalan yang kelihatan dari jendela kelas bersebelahan dengan tempat parkir "payung terbang" udah warnanya pelangi alias merah, kuning, hijau dst. kebawa angin, besar banget pula payungnya :D
-Hujan yang turun, kebetulan waktu itu lagi maen waktu kecil ea. Nah, budhe nitip buat jaga-jaga kalo nanti hujan jemurannya diangkat. Nah pas itu kan belum hujan ya,, cuma mendung dikit, eh nggak lama hujannya datang, kita gelagapan langsung lari ngangkat jemuran, ampe keburu-buru dan ya bajunya, bisa dibilang kering bisa dibilang basah. Maap ya budhe :D
-Hujan yang turun waktu hari Minggu dan para rombongan melaju seperti ditembak ribuan panah air dan mau tidak mau, kita harus menembus jutaan rintik hujan. Deras. Bahkan itu semua dimulai dari awal perjalanan kurang lebih 1 jam. Meskipun begitu, dibalik helm, dibalik mantol, dibalik jaket, dibalik dinginnya udara, masih sempet ya senyam-senyum sendiri diboncengin dan dalam hati berkata "enak ya, menembus hujan, melawan arah sebagai suatu perjuangan menuntut ilmu."
-Hujan yang turun, tapi bahkan ia tak terlihat, tapi ia terasa wkwk ini waktu jalan mau pulang, beneran, soale kecil banget hujannya
-Hujan yang turun sewaktu awal-awal kelas sembilan dari pintu kelas terlihat air yang mengalir dari atap bangsal, atap TU atap ruang BP.. Keren, ditambah banyak tanaman hias.
-Hujan yang turun ketika sudah menunggu jemputan lama. Hari Senin, mana sekolah udah hampir sepi, nah waktu itu payungan bareng Inayah:). Eh nggak lama Ina dijemput dan payungnya aku bawa :D tapi kalo nggak salah waktu itu aku nggak jadi dijemput gara-gara hujan itu dan udah nunggu lama akhirnya jalan kaki. Sendiri. Ngenes ea? tapi nggak juga..... jalan lewat gang samping Poskamling Kepatihan hingga sampai di perempatan Mickey Mouse lalu masih jalan lagi.. thanks In, haha
-Hujan yang turun bersamaan dengan hujan abu vulkanik, itu dini hari, gimana rasanya? Ngeri.....:)
-Hujan deras yang turun dan aku berteduh, dan ada pohon tumbang, pohonnya besar, -+diameternya 80 cm menutupi jalan dari tempat berteduh kira-kira 20 meter, ngeri tapi aku menemukan gotong royong disini, sekalipun hujan, ya pake mantol banyak orang yang masih mencoba menggesernya, termasuk babeku:v dan para pengemudi truk, motor.dkk Sementara aku ya, biasa, bantu doa..tapi waktu bener-bener ngeri,, anginnya......
Mungkin karena itulah aku menyukai hujan. Karena hujan mengingatkanku pada semua kenangan. Dan masih banyak kenangan lain yang tak bisa kuceritakan satu per satu

Itu kagak ada spacenya, jadi agak bingung dah bacanya, s
返信削除Selamat datang di LF's blog Oh, iya itu awal-awal posting jadi masih amburadul:) (ini kepencet ya)
削除このコメントは投稿者によって削除されました。
削除