Classmeet. Win or Fail? | by : Luluk Fitriani

Day 1

Classmeet | by : Luluk Fitriani

Hari ini hari Selasa di bulan Desember. Aku berjalan, setelah turun dari angkot yang berhenti di perempatan Pandekluwih. Gerimis. Aku berjalan setengah berlari seperti biasanya. Kulihat kanan-kiri dan menyeberang. Hari ini ada acara classmeet. Futsal. Entahlah, aku lebih suka basket daripada futsal meskipun kalo shooting aja masih berantakan gak karuan. Dan juga sebelum UAS 1 kemaren aku ampe kebawa mimpi tentang classmeetnya basket dan ternyata nggak kesampaian. Hari ini aku memakai kerudung abu-abu dan seragam olahraga. Aku masih berjalan sembari berpikir tentang beberapa nilai yang sudah keluar hari lalu. Arrrggghhh....lupakan nilai oke. Meskipun nggak bisa O_+.

Hari ini aku merasa lebih ceria karena hari yang udah ditunggu dateng juga. Kulihat jam tanganku, pukul 06.29. Kupercepat langkahku hingga sampai di depan gerbang. Kulihat beberapa anak sedang apel pagi. Aku berjalan sambil melihat cahaya matahari yang muncul dari celah-celah pohon trembesi, kek matahari ada untuk menyambut pagi yang cerah. Sesampainya di depan jendela kelasku, aku berhenti. Balik badan setelah mendengar suara 'hormat grak'. Sebenernya nggak usah juga nggak papa. Tapi, gara-gara kangen apel sewaktu kelas delapan.

Waitttt..... Aku sampai di pagar dan berlari setelah tersadar hari ini apel kelasku. Di gerbang kulihat Ibu Trisunu dan Pak Kamto sedang hormat bendera, aku berniat untuk bersalaman. Namun, bagaimana bisa aku menyalaminya sedang tangan mereka terangkat. Akhirnya, dengan modal nekad aku berlari ke tengah lapangan lalu masuk barisan. Tentang yang tadi kedua guruku, bodo amat yang penting ikut apel. Meskipun hanya 'beberapa detik' tanganku hormat pada bendera. Terlihat lizbeth, salah satu osis yang tersenyum, nggak tahu senyum buat siapa. Tapi siapa lagi? 

Okeehh.. Lanjut. Setelah apel selesai, aku masuk ke kelas Incredible. Tempat duduk milikku sudah diatur dan nggak boleh pindah-pindah ama Ibu Nur, selaku wali kelas. Kuletakkan tasku di salah satu bangku tepat dibawah kipas angin, meja nomor tiga dari depan dan dekat alias nempel tembok. Sangat strategis. Strategis buat tidurr.... Sebenernya lebih enak duduk di depan deket jendela atau pintu, tapi takdir berkehendak lain. Sebelahku ada Intan Wijaya, yang mungkin sekarang masih OTW. Beberapa anak udah pada berangkat.

Pagi ini aku beraksi dengan tangan 'mungilku'...wait?! pencitraan. Kutabuhi meja yang tentu ada iramanya O_+ hingga tanganku mulai lelah, aku berjalan menuju depan kelas bersama Rahmah, Elsha dan Nita untuk duduk di bangku panjang. Menunggu Muthi' yang belum berangkat. Aku menerawang jauh...sangat jauh...tak terhingga+_O memikirkan 9A selaku lawan futsal 9C. Tak lama, yang ditunggu berangkat juga dan kita masuk ke kelas. Mereka asik bercerita. Aku, Kartika dan Elsha sibuk nonton film. Film ATM dan aku nggak mudeng ama ceritanya soalnya nggak dari awal nontonnya. Perlahan tapi pasti..tanganku kembali beraksi. Dari pelan, lirih menuju keras dan mungkin, disitulah rasa kesalku hilang. Itu aku..dan mungkin hanya aku. Terdengar pengumuman dari center. Yang pasti, pertandingan futsal.

Ayo gaess...ke waka-waka. Disini banyak anak-anak yang udah stay di sebelah kanan lapangan dan belakang gawang. Aku terdiam, melihat beberapa anak sudah bertanding. Akhirnya kita ambil posisi yang enak buat nonton. Duduk di lantai, dan berpindah ke sebelah kanan gawang yang terbatasi oleh jaring. Masih kelas 7. Aku hanya fokus ke bola, kemanapun ia pergi, mataku hanya auto fokus ke bola..nggak juga sih O_+. Aku menoleh ke belakang. Bosan sembari mengingat classmeet kelas delapan yang juga futsal.

Waktu itu, di akhir pertandingan sengkil di perut sebelah kiri membuatku bener-bener nggak fokus. Aku hanya bisa menahannya dan berusaha untuk mengejar ketertinggalan tapi itu semua sia-sia. Sakit..sakit setelah melihat angka 6 : 0 +_O. Oke, lanjut dan kali ini 9C tanding gaesss lawan 9A. Pertama bagian yang putra dulu, putri nanti. Oke, 9C masuk disusul 9A. But, waitt.... ini...9A pada gede dan tinggi-tinggi banget, nggak imbang. Tetap optimis! Ya Allah, lancarkanlah...

Pertandingan dimulai, dimulai dengan kick off. Serangan demi serangan diluncurkan pihak lawan... Kita, para penonton alay teriak-teriak nggak jelas, bikin yel-yel sekenanya. Oke, aku lupa siapa aja yang main dan skornya berapa!
-_- Serangan lagi, dan tidak kena selaku Jufri penjaga gawang. Eh, Wiw*k terpanggil... Bola dilempar, hingga ke tengah lapangan, digiring dan ShOooott!! Goall!!! Dan itulah, skor hingga akhir.. #lupa

Sekarang giliran putri.. Kick off, daan di detik-detik pertama, bola ditendang Vinda mengarah ke gawang,, Goal!! Gile gile gilee!!! Kita teriak, jangan seneng dulu, ini masih detik pertama dari 10 menit, jadi sekitar 595 detik lagi! Pertandingan berlangsung, mereka menyerang!! Tidak!!! But, goal!!! Fighting!! Serangan balasan diluncurkan, berkali-kali apalagi serangan dari lawan. Dan, membuahkan hasil 2-1 hingga detik terakhir!!! Menang!!! Jangan senang dulu, lawan masih menghadang di depan sana. Pertandingan diakhiri dengan bersalaman. Ngngng...

Kita, penonton kembali ke kelas... Hingga di depan papan jadwal itu tetera kertas jadwal pertandingan.. Tertulis 9C vs 9A dan yang menang lawan 9F, Lawan yang tangguh batinku, atau batin kita? Kenapa nggak 9C aja yang di posisi itu? :D Kan lumayan. Kita berjalan, hingga akan menyeberang. Menyeberang 6-8 langkah :v lalu sampai di gerbang dan langsung menuju kelas. Laper!!! Akhirnya kita pun ke kantin melewati lorong, terlihat kurang lebih 12 meter dari sini terlihat rombongan 9F di kelasnya yang nggak tahu lagi membicarakan apa. Kita berjalan hingga tangga kecil daann telingaku, maksudnya telinga kita menangkap apa yang mereka bicarakan. Intinya soal futsal besok T-T

Kita ke kantin dan membeli jajan. Coolin buk :D setelah memilih dan membayar kita kembali ke kelas. Sampai disini, kita makan-makan sambil nonton film ATM, melanjutkan tadi pagi. Hingga bel pulang dan hari ini berakhir!!



Day 2



Hari ini, setelah blablabla, aku tidur lagi. And when I wake up, 05.45 a.m  Apaaaaa??? Aduh! ya ampun!! Akhirnya langsung mandi, nata buku, eh cuma bawa 1 buku. Ngngng ditambah jaket biar kelihatan bawa banyak :D Udah siap, sarapan dulu...sembari meyakinkan bahwa hari ini kan classmeet...masuknya bebas kan?! Setelah sarapan lalu ditanya, masuknya jam berapa oleh Ibuku. Kujawab dengan keyakinan 99% dan 1% ragu-ragu 'bebas, classmeet soalnya' Ya udah, berarti diantar sampe Sejiwan aja. It's mean that I must go with public transport. Bilang aja angkot, lalu aku pamit kepada Ibuku Butuh waktu 15 menitan dari rumah sampai Sejiwan dan sekarang udah jam 06.30 ditambah aku yang terbilang agak santai.
Sampai di sini, pukul 06.46an lalu pamit pada Ayahku dan aku menunggu angkot. Ayahku pulang, aku masih berdiri di sini dengan pakaian olahraga dan kerudung biru. Angkotnya mana ini?? Di sini yang biasanya ada anak sekolah udah nggak ada, hanya ada ibu-ibu. Ada angkot, hatiku lega..tapi ternyata penuh.
Setelah beberapa menit akhirnya ada angkot, tapi cuma muat satu orang. Lalu, salah satu ibu-ibu tadi berkata, "Ini anak sekolah dulu aja, udah siang soalnya dan udah dari tadi nunggu," ucap ibu itu. Aku tersenyum dan pasang wajah bingung padahal kan yang nunggu lama itu ya ibu-ibu tadi, tapi aku sebagai pelajar lebih diprioritaskan, dan aku pun naik angkot itu. Terima kasih banyak ya bu :) 

Di angkot ini ada mbak dan mas SMK Batik serta beberapa orang tua. Kulihat jam, 07.00 apaaaa? Aku nunggu angkot ampe setengah jam? Udah biasa, kalau jalur 10 bisa berjam-jam kalo mau pulang itu, misalnya pulang jam 1.20 nah kalo ngangkot jalur 10 sampe rumah bisa sampe jam 2, jam 3, 4 dan 5? 5 sering.. kadang juga sering ketinggalan angkot, terus jalan dari Pasar Baledono sampai di Plaza itu. Bisa sih, nunggu angkot C di Pasar Kongsi #yg keknya sekarang udah hampir dikosongkan....tapi dulu aku belum pernah nunggu di Pasar ini, pokoknya nunggu angkot C di Plaza terus sampe Pasar Sejiwan turun dan jalan kaki 1 kilometer....Jauh ya Luk? Banget!!!! Pernah sampe rumah nangis, T-T lha gimana, udah panas, jalan kaki, udah capek jalan dari sekolah ampe depan Pasar Baledono masih jalan lagi dari sini ke Plaza dan tambah jalan 1 kilo lagi, gimana nggak nangis, tapi itu dulu kelas 7 keknya :D ,,,maka dari itu, sekarang sering dijemput jadi, sampai rumah pukul 2 atau setengah dua. Sedangkan kalo naik angkot jalur C itu banyak, nggak nunggu, tapi ya itu, jalannya..... Buat cowok mah, kecil, "Cowo itu tahu bahwa jarak hanyalah angka" #dikutip dari banner di samping Jembatan Menceng, Pantok (iklan) But, me?? Aku tak termasuk dalam kategori itu. *malah curcol


Kulihat jam 07.10 sampai di depan Pasar Kongsi. Lalu angkot melaju hingga sampai di SMK, mbak-mbak tadi turun dan membayar ke sopir angkot. Angkot melaju kembali hingga sampai di lampu merah berhenti menunggu the red lamp turn into green. Tak lama akhirnya hijau lalu melanjutkan lajunya. Kupasang mataku agar fokus ke waka-waka. Wusshhh... sekilas terlihat beberapa anak OSIS yang berada disana. Masih sepi, pertandingan belum berakhir. Bersamaan dengan mataku yang sedang fokus, pak sopir mengatakan sesuatu. Dan kujawab, "ya". Seketika itu aku menoleh dan berpikir. Eh, tadi pak sopir bilang apa? pos? hah? Akhirnya angkot melaju, namun saat hampir di gerbang kecepatan angkot tidak berkurang malah bertambah. Aku pun langsung berkata, "kiri pak." yang membuat angkot mengerem mendadak. Tapi, keblabasan. Aku pun membayar dan segera turun di depan telkom agak ke sana dikit. Jadi, aku harus kembali lagi menuju gerbang sekolah dengan tergesa-gesa. Sampai disini ada Pak Priok, salah satu satpam di sekolahku (Pak Priok apa Pak Priyo sih? Aku manggilnya Pak Priok, tapi setelah dilihat nama di bajunya itu Priyo, ya intinya itulah).

Sampai di gerbang yang dijaga itu (biasanya nggak pernah) aku berjalan mendekat lalu dihadang Pak Priok  disini Pak Priok menginterogasiku,
"Jam berapa ini? tanyanya biasa tapi aku merasa aneh. Segera kulihat jamku.
"Tujuh lima belas..." ucapku menggantung
"Eh, sekarang itu jam tujuh dua puluh menit," ucapnya tegas
"Jam sekolah kelewatan lima menit, Pak" ucapku dalam hati (pasrah)
" Rumahnya mana? tanyanya lagi
Belum aku sempat menjawab ada mobil item akan masuk Pak Kamto kayaknya, segera aku minggir, bersamaan dengan itu ada juga cowok yang telat (dulu sekelas dengan Elsha). Gerbang dibukakan, setlah masuk Pak Priok berbincang-bincang sejenak, lalu terlihat ada yang ditulisnya, entahlah. Sembari menunggu aku menguatkan hatiku,
"Nggak papa, semua bakal fine-fine aja," batinku dan Pak Priok pun menyudahi percakapannya.
"Eh, ayo kamu dulu," ucapnya sembari menunjuk si cowok tadi
Disini ditanya-tanya kenapa telat dan blablabla..... Aku masih berdiri bersandaran pada tembok gerbang. Masih menunggu, menunggu eksekusi... (jadi inget Gold D Roger) siapa Luk? Siapapun itu...🎶

Sembari menunggu,
"Tenang Luk, it's will be okay, fighting!"ucapku dalam hati

Setelah diinterograsi, giliran saya memberi jawaban, lebih tepatnya fakta. Kira-kira seperti ini,
"Namanya siapa?"
"Luluk," ucapku singkat
"Kelas?"
"Eh, sembilan Ce," agak ragu setelah kulihat banyak siswa yang stay di depan kelasnya, ada juga yang lihat dari jendela dan itu, kelas A-D, E dikit.
"Kenapa telat?"
"Nggak ada angkot, Pak. Nunggunya lama."
"Alahh, alesan! ucap Pak Priok tegas
Deg.
"Pak, ya!!!!!! asal bapak tahu kalo saya itu nunggu angkot itu sampai setengah jam Pak!!!!!! Lagian ini kan classmeeting, harusnya kan bebas masuknya jam berapa,!!!*"
 Pingin teriak kek gitu, tapi sayang air mata udah terlanjur menggantung. Yang ada hanyalah aku diam membisu menahan air mata agar tidak terjatuh.



#TO BE CONTINUED












コメント

このブログの人気の投稿

About 86.400

The Guide

Surviving