Don't be Frighten


Heihooo!!! Apa kabar? Semoga baik-baik saja ya.. Oh ya. Welcome September. Hello September I mean.

Posting apa ya? Minta digeprek nih author. Oke, di bawah sang tethering aku menulis. Entahlah, puisi mungkin? Aku nggak pinter-pinter amat bikin puisi. Nggak tahu, yang penting kan nge-post. Hehe.




The Way in the Middle of Frightened


Aku berjalan disini, di hamparan aspal hitam yang penuh keramaian
Angin menebas tuntas semua celah kota, bergerak bebas tanpa arah
Sampah dan dedaunan terbawa angin, terseok-seok geraknya
Dengan awan yang hitam kelabu yang semakin membeku
Aku masih berjalan menginjak bunga kuning di tepi jalan
Tujuanku masih amatlah jauh

Namun waktu tak memberi belas kasihan pada diriku
Ia terus berjalan, tanpa mengindahkan seberapa cepat aku berjalan
Dedaunan mulai berguguran, terhempas angin mengikuti arahnya
Awan semakin menggebu, terseret kesana-kemari oleh angin
Aku masih berjalan berharap masih ada harapan
Kendaraan berlalu-lalang, menuju tujuan masing-masing
Matahari tlah bernaung di atas awan, menyembunyikan cahayanya
Satu titik, dua, tiga titik hujan turun mengenai wajah
Angin semakin kencang, menggerakkan dahan pepohonan
Semakin banyak pula daun dan bunga yang gugur
Langkahku terhenti sejenak
Mencoba melawan rasa ini
Takut

Aku terus berjalan, dan rintik hujan terus mengejar langkahku
Ambil satu langkah, lagi dan lagi
Dan lagi-lagi, untuk kesekian kalinya
Dengan hitungan sepersekian detik,
Milyaran rintik hujan membasahi bumi
Dikirimkan padaku tanpa mengenal ampun
Dingin, hingga ke tulang
Tiada tempat untuk berteduh, kecuali awan hitam itu sendiri
Dingin, hingga tanganku membeku
Mencoba menembus hujan deras kali ini

Sorot lampu jalanan mulai berpendar menghiasi jalanan
Namun aku masih belum sampai pada tujuanku
Aku masih, terus berjalan dengan segalanya
Dengan kakiku, dengan tekadku, dengan semangatku
Di bawah naungan Sang Pemberi Hujan
Izinkanlah aku terus berjalan
Agar aku menemukan tujuan dari perjalananku ini
Dengan jalan yang telah kupilih
Dengan jalan yang telah Engkau pilihkan untukku
Hingga esok yang cerah datang, mengampiriku




Purworejo, 13 September 2018 di bawah gemerlap bintang malam ini, di bawah bulan yang mengantarkan cahayanya, di takdir yang telah tertulis, aku menulis lagi, untuk yang kesekian kalinya sebagai rangkaian dari sebuah takdir yang telah dibuat. Aku, mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang membaca ini. Wkwkwk

コメント

このブログの人気の投稿

About 86.400

The Guide

Surviving